Saturday, May 1, 2010

Muhasabah An Nafs

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. al-Hasyr (59) : 18

Muhasabbah An Nafs atau Instropeksi Diri

Instropeksi diri ini PENTING nih bagi diri kita, banyak-banyak berMuhasabah akan membuat kita semakin dekat dengan Allah, semakin tau bahwa kita ini mamang sangat kecil dihadapan-Nya.

Ada dua jenis Muhasabah:
1. Muhasabah Jiwa sebelum beramal -->mengikhlaskan niat kita untuk beramal
2. Muhasabah Jiwa setelah beramal --> mengulang/ memperbaharui niat

Kaidah dari kita berMuhasabah
1. Menyingkap aib-aib dari diri sendiri
2. Akan mengetahui hak Allah atasnya
3. Menjadi sebab diangkatnya cobaan dan ujian
4. Menjadi penyebab lapang dada dan kebaikan dan megutamakan yang kekal daripada yang fana'
5. Kesempatan memperbaiki antar hati dan hubungan antar sodara
6. Penyebab pintu taubat dan maghfiroh
7. Penyebab hilangnya sifat munafik

Wasilah-wasilah Muhasabah An Nafs:
a. Mewujudkan dasar-dasar syuro dengan dasar kebaikan
b. Meminta nasihat dan menasihati orang lain
c. Mewujudkan teman akrab dan orang-orang sholeh dan tidak terpana pada orang yang suka memuji
d. Hendaknya orang merenung, mengingat-ingat, mencari kekurangan dan kelebihan
e. Membaca kitab Allah dan mentadaburi
f. Mempelajari shirah Nabi, Sahabat, Salafush Sholih untuk mengambil pelajaran
g. Duduk, berkumpul dengan sahabat yang saleh, meminta nasihat.

---semoga bermanfaat---

Wednesday, April 14, 2010

special untuk sahabatku ^^





Sahabat, tahukah engkau?

Nasihatmu menguatkan langkahku
kemarin bahkan sekarang pun engkau masih mau mendengar curhatanku.
kemarin bahkan sekarang pun engkau selalu ada, meski kesibukan menggelayutimuengkau memberi setetes embun kesejukan di qolbu ini

Akhirnya, dalam kesendirian iniaku temukan satu jawaban
bahwa kehidupan ini akan jauh-jauh lebih indah
jika kita senantiasa dekat dengan Allah..
Wahai sahabatku
janganlah engkau bosan untuk menasihatiku
jangan pula bosan untuk menyayangiku
bukankah kehidupan ini akan terasa indah jika kita saling sayang?
saling cinta? Mencintai karena Allah.
Sahabat, mencintai menjadikan kita kuat untuk tetap berpegang pada tali Allah
dan mari kita tebarkan rasa cinta ini ke segenap penjuru bumi
agar senantiasa damai hati insani
dan aku terharu saat mendengar, bahwa engkau sayang padaku..
Semoga Allah membalas segala kebaikanmu padaku

Ya Rabb..
Jagalah saudariku dikala penjagaanku tak sampai padanya. Sayangi dia kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata. Muliakanlah dia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja, karena Engkau punya segala yang tak aku punya dan karena ku ingin dia selalu menjadi saudari dakwahku dan mengharap bertemu dengannya di Surga.
aamiin;)

ana uhibbukum fillah ^_^


-14April2010/ 29Rabiulakhir1430H ditulis ba'da subuh-

Tuesday, April 13, 2010

Banyak yang Hilang dari Diri Kita -_-


"Kata-kata itu bisa mati," tulis Sayyid Qutbh. "Kata-kata juga akan menjadi beku, meskipun ditulis dengan lirik yang indah atau semangat. Kata-kata akan menjadi seperti itu bila tidak muncul dari hati orang yang kuat meyakini apa yang dikatakannya. Dan seseorang mustahil memilki keyakinan kuat terhadap apa yang dikatakannya, kecuali jika ia menerjemahkan apa yang ia katakan dalam dirinya sendiri, lalu menjadi visualisasi nyata apa yang ia katakan, "lanjut Sayyid Quthb dalam karya monumentalnya Fii Zilaalil Qur'aan.

Saudaraku,,
Banyak yang hilang dari diri kita..

Saudaraku,,
Dahulu, sahabat Ali r.a. pernah mengatakan bahwa kelak di akhir zaman akan terjadi sebuah fitanah. Antara lain ia menyebutkan, "...Ketika seseorang mempelajari ilmu agama bukan untuk diamalkan." Itulah ciri fitnah besar yang akan terjadi di akhir zaman. Sahabat lainnya, Ibnu Mas'ud r.a. juga pernah menyinggung hal ini dalam perkataanya, "Belajarlah kalian, dan bila kalian sudah mendapatkan ilmu, maka laksanakanlah ilmu itu. "Ilmu dan amal, dua pasang mata uang yang tidak mungkin dipisahkan. Tapi kita, sepertinya, kini lebih berilmu namun miskin dalam amal...

Saudaraku,,
Perhatikanlah, apa saja yang hilang dari diri kita selama ini??
Barangkali kita termasuk dalam ungkapan Al Hasan Al Bashri r.a.. Ia mengatakan, "Aku pernah bertemu dengan suatu kaum yang mereka dahulunya adalah orang-orang yang memerintahkan yang makruf dan paling melaksanakan apa yang diserukannya. Mereka juga orang yang paling melarang kemungkaran dan mereka sekaligus orang yang paling menjauhi kemungkaran itu.
Tapi kini kita ada di tengah kaum yang memerintahkan pada yang makruf sementara mereka adalah orang yang paling jauh dari yang diserukan. Dan paling banyak melarang kemungkaran, sedangkan mereka adalah orang yang paling dekat melaksanakan kemungkaran itu. Bagaimana kita bisa hidup dengan orang yang seperti mereka itu?

Saudaraku,,
Berhentilah sejenak disini. Duduk dan merenunglah untuk memikirkan apa yang kita bicarakan ini. Perhatikanlah apa yang dikatakan lebih lanjut oleh Sayyid Quthb r.a., "Sesungguhnya iman yang benar adalah ketika ia kokoh di dalam hati dan terlihat bekasnya dalam perilaku. Islam adalah akidah yang bergerak dinamis dan tidak membawa yang negatif. Akidah Islam itu ada dalam alam perasaan dan bergerak hidup mewujudkan indikasinya dalam sikap luar, terterjemah dalam gerak di alam realitas."

Saudaraku,,
Jika banyak yang baik-baik, yang hilang dari diri kita, mari memuhasabahi diri sebelum beramal, melihat apa yang menjadi orientasi dan tujuan amal-amal kita selama ini. Jika kita memeriksa niat sebelum beramal, berarti kita sudah membenahi sesuatu yang masih bersifat lintasan hati. Dan itu akan lebih mudah melakukannya. Karena asal muasal suatu pekerjaan itu adalah lintasan. Lintasan hati, dan keinginan hati itu bisa menjadi kuat sampai kemudian menjadi waswas. Dari waswas muncul dorongan untuk dilahirkan dalam bentuk tindakan.
Imam Ghazali mengatakan, "Jalan untuk membersihkan jiwa adalah dengan membersihkan pekerjaan yang muncul dari jiwa yang bersih secara sempurna."

Saudaraku,,
Jika kita bicara, maka kita sebenarnya diajak bicara oleh diri kita sendiri melalui kata-kata itu. Kata-kata kita yang kita keluarkan, sebenarnya pertama kali ditujukan pada diri sendiri, sebelum orang lain. Jika kita mendapatkan ilmu, kitalah orang pertama yang harus melakukannya.

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
(itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (Q.S. As-Saff: 2-3)

Maroji' : Majalah Tarbawi edisi 2009 Th.11, Sya'ban 1430 H/ 6 Agustus 2009.


Monday, April 12, 2010

Sepotong Episode..

Sepotong Episode --->kayak judul lagunya edcoudtic ajah ;)

Sepotong episode, sepenggal kisah lalu yang akan terus mewarnai hari-hariku kemaren hingga saat ini, dan inyAllah hari-hariku nanti. moga Allah mempertemukan kita di Jannah-Nya kelak. aamiin :)

ana uhibbukum fillah ya ukhti ;););)


Friday, March 26, 2010

Aku Bukan Kamu, Dia, atau Mereka

Aku adalah aku

Aku bukan kamu, dia, atau mereka

Aku hanyalah seorang hamba Allah, yang berusaha meletakkan Allah menjadi yang pertama di hatiku dan Rasulullah setelah-Nya

Aku hanya ingin membuat ibu dan bapakku bahagia di dunia dan akhirat, karena anak yang sholehah itu menjadi pintu penghalang neraka bagi orang tuanyan (jadi, aku ingin menjadi seorang anak yang sholehah)

Aku hanyalah seorang anak manja yang berusaha menunjukkan bahwa aku BISA MANDIRI kepada ibu, bapak, dan kedua kakakku

Aku hanyalah seorang wanita biasa yang berusaha untuk bisa menjadi seorang muslimah yang sholehah

Aku dengan semua yang ada di diriku ini berusaha untuk bersyukur kepada-Nya atas apa yang ada dan terjadi didiriku ini dan berusaha untuk bersabar akan ujian-Nya

Aku dengan sikap dan sifat yang ku miliki, tak ingin membuat keluarga dan sahabat2 ku kecewa dan sedih (maaf selama ini aku banyak sekali merepotkan kalian)

Aku ingin berusaha membuat mereka nyaman, membuat mereka tidak segan untuk berbagi, berusaha menjadi listener yang baik (maaf, kalo aku belum bisa ngasih solusi yang tepat)

Aku hanya seorang wanita biasa yang berusaha menjaga hijab ini, walaupun orang-orang bilang “ah kamu tuh kuno bla.. bla.. dengan pakaian yang kamu kenakan itu” (terserah orang lain mau bilang apa, ini PRINSIP.. prinsip yang harus selalu ditegakkan karna perintah ini ada di Al Qur’an dan Sunnah)

Aku hanya seorang wanita yang biasa yang ingin menjadi berharga dengan hijab yang ku perjuangkan di tengah keberagaman lingkungan yang aku hadapi agar izzah muslimah ini tetap terjaga

Aku selalu berusaha memantapkan hati untuk bilang “JANGAN TAKUT UNTUK GA PUNYA PACAR dan PACARAN!” (sebelum menikah pastinya) ditengah godaan syaithon yang menggoda manusia dari arah manapun. Emang kalo ga punya pacar, bisa di judge kalau kita GA LAKU?? Heii,, it’s wrong!! Ingat, bidadari di surga akan cemburu kepada wanita sholehah dan janji Allah adalah begitu MANIS

Aku hanya seorang wanita biasa yang mungkin ada yang like dan dislike dengan apa yang ada dari diriku tapi aku akan berusaha memberikan yang terbaik buat semuanya

Aku hanya wanita biasa yang belum bisa menjadi teladan bagi adik-adik tingkatku dan orang lain

Aku hanya wanita biasa yang jauh dari sosok-sosok wanita mulia, yang sesabar Fatimah, Sebijak Khadijah, Setegar Hajar, Secerdas Aisyah, dan Seberani Asma’..

Tapi aku akan berusaha belajar dari beliau-beliau itu J

Aku hanya ingin MENJADI DIRIKU SENDIRI apa adanya

TIDAK ADA YANG SPECIAL DARI DIRIKU TAPI AKU AKAN MENJADI SUPER SPECIAL J

It’s me.. it’s me.. it’s me

Karena aku bukan kamu, dia atau mereka.

Tuesday, March 23, 2010

Kawan, Sahabat, dan Saudara Terindah

Disini.. kita telah dipertemukan Allah
Disini.. di belahan bumi Allah yang lain
Jauh dari ayah, ibu, dan saudara sekandung kita
Disini.. bersama kita merajut benang-benang emas
yang kenangannya tak kan pernah sirna
yang butiran-butiran pasirnya tak kan dapat diputar kembali

Sekarang telah terajut benang itu menjadi permadani “UKHUWAH”
yang insyAllah akan kita persembahkan hanya kepada Sang Rahiim
Tapi.. permadani itu belum seluas bumi yang akan dijadikan alas
bagi insan di bumi Allah tercinta ini

masih banyak kerikil-kerikil tajam dan batu besar di depan yang harus kita singkirkan
masih panjang perjuangan kita kawan
masih harus kita teruskan rajutannya bersama benang-benang indah lain
kepunyaan saudara seiman kita

Jangan futur kawan!
Jangan terbuai angan-angan!
Islam butuh gerakan bukan angan-angan kita
Jangan ragu kawan!
Tegakkan kalimat-Nya!
Serukan kabar gembira!
Yang bisa menggetarkan jiwa-jiwa yang lemah
Yang bisa menjadi jalan hidayah bagi hati-hati yang kosong
Jangan terlena dengan Perjuangan kita kawan
Tak kan ada apa-apanya perjuangan kita dengan perjuangan Rasululllah dan para sahabat.
Indahnya taman Firdaus adalah janji Allah bagi orang-orang yang beriman dan sabar dalam pengorbanan.

‘kan kurangkum semua ini di dalam memori terindahku
Karna pertemuan dan perpisahan ini adalah rahmat-Nya

***^_^***

Friday, March 5, 2010

10 Orang Dijamin Masuk Surga

Tercatat dalam "Arriyadh Annadhirah Fi Manaqibil 'Asyarah" dari sahabat Abu Dzar r.a. bahwa Rasulullah SAW masuk ke rumah Aisayh ra dan bersabda:

"Wahai Aisyah inginkah engkau mendengar kabar gembira?" Aisyah menjawab, "tentu, ya Rasulullah." Lalu baginda Nabi SAW bersabda: "ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu: (1) ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; (2) Umar masuk surga dan kawannya adalah Nuh; (3) Utsman masuk surga dan kawannya aku; (4) Ali masuk surga dan kawannya Yahya bin Zakaria; (5) Thalhah masuk surga dan kawannya Daud; (6) Azzubair masuk surga dan kawannya Ismail; (7) Sa'ad bin abi Waqash masuk surga dan kawannya Sulaiman; (8) Said bin Zaid masuk surga dan kawannya Musa bin Imran; (9) Abdurrahman bin auf masuk surga dan kawannya Isa bin Maryam; (10) Abu ubaidah Ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya Idris Alaihissalam."