Wednesday, February 27, 2013

Rasa

Kita tidak bisa me-restart, install ulang, ctrl-z undo perasaan kita. Juga tidak bisa meng-copy paste, delete all, atau ctrl-alt-del semua perasaan kita.

Karena itulah, selalu menjaga diri, senantiasa berhati2 menjaga kehormatan perasaan (juga kehormatan fisik) menjadi penting.

Memory perasaan itu selalu tersimpan, bahkan kalaupun sudah diformat ulang. 

--Tere Liye

Titik .

Titik.
Dari titik inilah beberapa hal memang harus diakhiri. Namun dari titik inilah beberapa hal yang baru bisa dimulai kembali.

Coba ga ada titik, kita mungkin tidak tau kapan berhenti dan kapan mulainya.
Titik menjelma menjadi batas antara masa lalu, sekarang dan masa depan.
Titik menjadi sign untuk kita biar tau kapan harus menge-rem dan kapan harus mulai berlari kembali.

Titik.
Batas dimana aku harus memutuskan. Memutuskan yang terbaik untuk kita. Menyudahi yang memang harus disudahi. Meskipun belum pernah dimulai.

Smoga ini yang terbaik untuk kita. Smoga ini yg terbaik menurut Allah. (^_^)

Bandung, senja hari.

Friday, February 15, 2013

Dirgahayu ke-2 .bdgBerkebun

Pertama kali kenal langsung sama .bdgBerkebun saat acara #BandungBelajarBerkebun season-1 sembilan bulan silam.  Tidak pernah merencanakan kalau saya akan bergabung menjadi bagian dari keluarga ini, semua mengalir begitu saja dan saya tak pernah menyesalinya. aaiiiiih ^^

Meskipun belum genap satu tahun saya menjadi bagian dari keluarga ini, tapi ada banyak hal yang membuat saya merasa nyaman dan bahagia bersamanya. 

Terima kasih untuk kebersamaannya, kekeluargaannya dan kesolidannya.
Terima kasih untuk ilmu dan inspirasinya.
Terima kasih telah mengajarkan banyak hal yang positif.
Terima kasih .bdgBerkebun :)

 Selamat Ulang Tahun .bdgBerkebun yang ke-2!!!


Semoga semakin KEREN, KREATIF, dan mengINSPIRASI banyak orang.
Semoga tumbuh menjadi komunitas yang ruaaarr biasa yang bisa memberikan manfaat ke semuanya.
Semoga semakin menghijaukan kota Bandung.
Semoga para penggiatnya semakin SOLID.
Semoga bisa lebih baik, lebih oke, lebih kece, lebih lebiiiiih yang positif. :')
Selamat Ulang Tahun yang ke-2 .bdgBerkebun :)
Mari bersama kita tularkan energi positif ke sekitar kita. :')

Salam Berkebun!
Digali...... Ditanam...... Disiram...... ~(^_^)/

Wednesday, February 13, 2013

Lovely Day

Thanks cencen :* {}
Akan selalu ada yang menyayangi kita 
Akan selalu ada yang mendo'akan kita
Di usia yang bertambah namun masa hidup berkurang
Terima kasih untuk keluarga tersayang dan sahabat2 tersayang :')

"Menjadi tua itu sebuah kemestian tapi menjadi pribadi matang dan dewasa memerlukan perjuangan." -Aa Gym-


Tuesday, January 22, 2013

Seperti Harapan Itu Dulunya Tidak Ada

Haruskah kita menyalahkan nurani kita
yang telah menghempaskan napas kegelisahan
untuk setiap tidak acuh yang telah terpendam sekialama?

Nurani adalah diri kita.
Kita tidak dapat berdusta dan membohongi diri sendiri.
Biarkan ia mengalir dan mengalir,
berkelok dan menyimpan keteduhannya.
Keteduhan yang melelapkan, sampai ia tiada.

Mungkin lebih baik dengan melenyapkannya.
Saling membenci dengan mengingkari nurani kita.
Apakah aku terlambat?
ini memang tampak lebih baik.
Kita mengakhirinya, tapi tidak untuk memaksa kita mengakhirinya.
Biarlah ia hilang dalam kesenyapan masa dengan sendirinya.
Separti harapan itu dulunya tidak ada.

*Dikutip dari buku Dear You, karya Moammar Emka

Kenangan Itu, Kita

Tanpa ditulis pun, kenangan tetap serupa buku.
Lembar demi lembarnya selalu terbuka tiap kali kita mengingatnya. Iya, kita.
Kita mengingatnya. Iya, kita.
Kenangan itu ibarat cermin. Dari bening dan buramnya, dari utuh dan retaknya, kita berkaca. Iya, kita.

Jika kenangan kita adalah memar senja, di titik itulah kita mengingatnya. Iya, kita.
Jika kenangan kita adalah pelangi senja, maka di tempat kita berdiri sekarang, aku yakin kita berbahagia. Iya, kita.
Kenangan yang membawa dan menuntun kita ke masa berikutnya.
Sebagai kita yang dilanggengkan dan bersama di saat sekarang atau sebaliknya.

*Dikutip dari buku Dear You, karya Moammar Emka

Tanya Hati, Entah

Haruskah kita tidak acuh dan mengingkari rasa saling itu?
Sementara di setiap kedip mata, rindu membilas kekeringan rasa kita.

Buncah rasa luar biasa saat bersamamu, tak merangkul waktu lagi. Dan aku tak terbiasa. Sendiri lagi. sanggupkahku?

Dalam sadarku, telah kusunting luka. Dan kuterima, sakitnya memang luar biasa. Inikah yang kubela?

Maaf, aku tak menyajikan apa-apa, kecuali seikat kebersamaan. Kupikir kamu mulai kecewa. Mungkinkah?

Jawabnya cuma ada: ENTAH!
Entah dimana, entah kapan masanya, cinta itu memanggil lagi? Jika itu terjadi, semoga kamulah tujuanku berlari - sekali lagi.


*Dikutip dari buku Dear You, karya  Moammar Emka